BBPJN siapkan Rp5 Miliar tangani longsor jalan Sangatta-Bengalon

Berita Terkini
Salah satu titik longsor di jalan poros Sangatta-Bengalon. (Foto: Niko)

Sangatta- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyiapkan anggaran sebesar Rp5 Miliar untuk menangani jalan nasional yang longsor antara jalan poros Sangatta – Bengalon di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) provinsi Kalimantan Timur.

‎“Ini aset jalan nasional, sudah kami usulkan dan disetujui. Penanganan masuk prioritas dan akan dilaksanakan tahun ini,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalimantan Timur BBPJN, Viasmudji Bitticaca, saat dihubungi di Sangatta, Selasa (20/1).

Ia menyebutkan jalan nasional itu merupakan akses yang menjadi jalur utama menuju ke Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut, terlihat di sejumlah titik jalan mengalami longsor dan rusak berat.

Viasmudji menegaskan penanganan longsoran di ruas jalan tersebut telah menjadi prioritas dan akan dilaksanakan tahun ini.

Menurutnya pada tahap awal, pihaknya telah menyiapkan sekitar Rp5 Miliar sampai Rp 5,5 Miliar untuk memperbaiki jalan nasional segmen poros Sangatta-Bengalon. Nilai tersebut masih bersifat estimasi karena proses kontrak belum berjalan.

Ia mengatakan perhitungan itu masih dalam penanganan beberapa titik longsoran, yang berjumlah sekitar Rp100 juta sampai Rp150 juta per meter.

‎”Panjang longsoran prioritas yang akan ditangani sekitar 50 meter pada satu titik utama,” tuturnya.

‎Viasmudji menjelaskan secara keseluruhan, dari Sangatta hingga Simpang Perdau terdapat sekitar 16 titik rawan longsor dengan kategori berbeda.

Dikemukakannya, ada longsoran yang minor dan ada yang lebih parah hingga menggerus setengah badan jalan.

Sambil menunggu pekerjaan utama, BBPJN tetap melakukan penanganan preventif agar kerusakan tidak melebar, seperti pemasangan bronjong atau sandbag.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses jalan tetap terbuka dan lalu lintas tidak terputus. Jalan Nasional itu sangat penting menghubungkan antara Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

‎“Yang penting kami pastikan lalu lintas tetap berjalan, meskipun harus satu arah dengan sistem buka-tutup,” ujar ‎Viasmudji.(Niko)