Wings Air buka penerbangan ke Maratua dari Tanjung Redeb

Berita Terkini
Pesawat ATR-72 di Bandara Sepinggan di Balikpapan (Foto: Ant)

Balikpapan- Maskapai penerbangan Wings Air melayani rute penerbangan dari Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb menuju Bandara Maratua di tujuan wisata Pulau Maratua dijadwalkan mulai beroperasi pada 16 Januari 2026. Rute tersebut akan dilayani pesawat ATR 72 milik Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang.

Penerbangan Tanjung Redeb-Maratua dulu pernah dilayani maskapai Susi Air dengan pesawat Cessna Grand Caravan berpenumpang 12 orang.

“Kami memfasilitasi seluruh pihak agar konektivitas udara di Kaltim kembali hidup seperti sebelum wabah COVID-19. Penambahan rute ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Ferdinan Nurdin, di Balikpapan, Kamis.

Otoritas Bandar Udara Wilayah VII memastikan pembukaan kembali sejumlah rute penerbangan untuk memperkuat konektivitas udara di Kalimantan Timur, khususnya menuju tempat tujuan wisata unggulan di Kabupaten Berau seperti Pulau Derawan, Maratua, dan kawasan Biduk-Biduk yang selama ini menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, Lion Group melalui Super Air Jet menambah frekuensi penerbangan Balikpapan–Tanjung Redeb, Berau, dari dua kali menjadi tiga kali sehari guna mengakomodasi peningkatan permintaan penumpang.

Maskapai Citilink juga meningkatkan layanan menuju Berau dengan mengganti tipe pesawat dari ATR menjadi Airbus untuk menambah kapasitas angkut.

Bandara Kalimarau Berau selanjutnya akan kembali melayani rute penerbangan menuju Bandara Juwata Tarakan pulang-pergi oleh Wings Air setelah sebelumnya sempat terhenti.

Otoritas Bandara Wilayah VII juga memastikan pengaktifan kembali rute Balikpapan–Tanjung Selor, Bulungan untuk menghubungkan Kalimanan Timur dengan ibu kota Kalimantan Utara tersebut.

Ferdinan juga mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan pengelola bandara untuk memastikan rute-rute tersebut dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Ke depan, Otoritas Bandara Wilayah VII membuka peluang pengembangan rute yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Tengah, termasuk Bandara H Asan Sampit dan Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

“Pengembangan konektivitas ini penting untuk memperluas akses wisata dan memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional,” kata Ferdinan.(Ant)