
Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan operasional 188 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota untuk layanan vaksinasi bagi seluruh calon jamaah haji tahun ini.
“Vaksinasi calon haji, terutama pemberian vaksin meningitis dan polio, dilakukan oleh Puskesmas di wilayah domisili calon jamaah di kabupaten dan kota masing-masing untuk memudahkan akses,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin saat ditemui di Samarinda, Rabu.
Hal ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan prima agar calon jamaah tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan hak perlindungan kesehatan mereka.
Khusus untuk wilayah dengan populasi jamaah yang padat seperti di Kota Samarinda maupun Kota Balikpapan, pemerintah setempat telah menyiagakan sebanyak 26 unit Puskesmas yang memiliki fasilitas rantai dingin vaksin yang memadai.
“Mekanisme pelayanan vaksinasi ini diarahkan secara fleksibel ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yang lokasinya paling dekat dengan alamat tempat tinggal para calon jamaah haji sesuai data kependudukan,” katanya.
Jaya menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi fase krusial karena status kesehatan menjadi syarat mutlak atau istithaah yang harus dipenuhi sebelum tahapan selanjutnya.
Apabila dalam pemeriksaan medis ditemukan kondisi yang membuat calon jamaah dinyatakan tidak sehat atau tidak layak terbang, maka itu menjadi kendala utama keberangkatan bagi yang bersangkutan.
Sebanyak 21 personel Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) asal Kaltim telah dijadwalkan mengikuti pelatihan teknis selama dua hari yang dipusatkan di kawasan Manggar untuk mematangkan prosedur penanganan medis darurat.
Kekuatan tim medis tersebut masih ditambah dengan keberadaan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) bidang kesehatan yang siap mengawal kebugaran fisik jemaah selama di Tanah Suci.
“Sinergi antara kesiapan 188 Puskesmas dan keandalan petugas medis ini, bisa meminimalisir risiko kesehatan jemaah Kaltim saat menjalankan rangkaian ibadah fisik yang berat di Arab Saudi nantinya,” demikian Jaya.(Fan)