
Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan kinerja 41.916 tenaga kesehatan (nakes) guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
“Pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan masih kami upayakan dan ini juga didukung pemerintah pusat,” kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Kamis.
Jaya memaparkan saat ini memang masih terjadi ketimpangan sebaran Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan pada sejumlah wilayah Kaltim.
Sebaran tenaga medis tersebut masih terus digenjot, khususnya pada fasilitas puskesmas yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Berdasarkan data ketersediaan tenaga medis, Kota Samarinda dan Kota Balikpapan masih mendominasi sebaran masing-masing sebanyak 9.635 orang serta 9.489 orang.
Kabupaten Kutai Kartanegara menempati urutan ketiga terbanyak dengan 5.200 nakes pada berbagai fasilitas layanan medis.
Sementara itu wilayah Kabupaten Kutai Timur tercatat baru memiliki 4.212 nakes untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat setempat.
Daerah lainnya, seperti Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau, masing-masing hanya didukung oleh ketersediaan sebanyak 2.974 serta 2.724 personel medis fungsional.
Angka tersebut tidak terpaut jauh dari Kota Bontang yang memiliki 2.508 nakes maupun Kabupaten Kutai Barat dengan 2.506 nakes.
Adapun Kabupaten Penajam Paser Utara yang sebagian wilayahnya menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara baru didukung oleh 1.763 pekerja bidang kesehatan.
Kabupaten Mahakam Ulu tercatat sebagai wilayah dengan ketersediaan jumlah SDM paling sedikit di seluruh Kalimantan Timur yakni 905 orang.
“Secara keseluruhan dari total puluhan ribu pekerja tersebut, proporsi jumlah dokter umum di Kaltim baru menyentuh angka 2.348 orang,” ungkap Jaya.
Ketersediaan tenaga spesialis dokter gigi guna melayani kebutuhan perawatan masyarakat Kaltim saat ini juga baru berjumlah 651 orang. Sementara dominasi masih pada tenaga perawat, dan juga tenaga fungsional kesehatan lainnya. (Ant)