
Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang bagi pelajar daerah itu yang ingin melanjutkan pendidikan atau kuliah di luar negeri, termasuk ke Kairo, Mesir, melalui Program Gratispol Pendidikan.
“Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk program bantuan biaya pendidikan gratis tersebut,” kata Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menerima kunjungan Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi di ruang kerjanya, di Samarinda, Selasa.
Rudy menilai Universitas Al-Azhar di Kairo sebagai salah satu pusat peradaban dan pendidikan Islam dunia yang strategis bagi generasi muda Kaltim.
“Kami juga telah mengalokasikan bantuan sebesar Rp13 juta per tahun untuk setiap pelajar Kaltim yang menempuh studi di Kairo,” ujar Rudy.
Meskipun demikian, ia menyayangkan masih rendahnya minat pelajar dari Kalimantan untuk berkuliah di Mesir. Saat ini tercatat baru sekitar 100 mahasiswa asal Kalimantan yang belajar di Al-Azhar.
Ke depan, ia berharap para lulusan Kairo dapat membawa ilmu transformatif untuk membangun daerah serta memperkuat akhlak generasi muda.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag Muchlis Muhammad Hanafi mengapresiasi komitmen besar Pemprov Kaltim tersebut.
Menurut Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu, program tersebut merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar.
Ia optimistis Kaltim akan melahirkan banyak ulama, dosen, dan pendidik moderat yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. (Ant)