
Suara Samarinda – Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia Stasiun Kalimantan Timur memperkuat keandalan infrastruktur serta perluas jangkauan siaran digital demi pelayanan penyiaran optimal kepada masyarakat pelosok hingga wilayah perbatasan negara.
“Kami terus memacu proses migrasi dari siaran analog ke sistem digital secara bertahap. Saat ini, jangkauan siaran TVRI mencakup sekira 72 persen wilayah Kalimantan Timur lewat pengoperasian sembilan stasiun transmisi digital,” kata Kepala TVRI Stasiun Kalimantan Timur Febriani dalam Forum Konsultasi Publik di Samarinda, Kamis.
Secara keseluruhan, TVRI Kaltim mengelola 15 stasiun transmisi digital termasuk infrastruktur pemancar baru di kawasan Ibu Kota Nusantara, guna melayani area perkantoran pemerintahan serta beberapa stasiun pemancar di perbatasan Kalimantan Utara seperti Tarakan, Malinau, Nunukan, dan Pulau Sebatik.
Jangkauan ke wilayah perbatasan tersebut demi menjaga kedaulatan frekuensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di sisi lain, Febriani mengakui kendala geografis berupa kondisi topografi daerah yang berbukit dan bergunung-gunung serta keberadaan lahan gambut yang mempengaruhi penyusutan daya pancar layanan penyiaran.
“Guna mengatasi keterbatasan infrastruktur terestrial di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Mahakam Ulu, dan Kutai Timur, kami memberikan solusi kepada masyarakat di wilayah terpencil pada kabupaten tersebut untuk menggunakan layanan Internet atau perangkat TV satelit AsiaSat 9,” katanya.
![]()