Hunian kamar hotel di Kaltim naik 3,02 persen

Daerah Kaltim
Ilustrasi- Kamar hunian di salah satu Hotel.

Suara Samarinda – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Oktober 2019 mengalami kenaikan 3,02 persen, dari 58,03 persen kamar yang terjual pada September menjadi 61,05 persen pada Oktober.

“Hal ini berarti dari seluruh jumlah kamar hotel berbintang yang ada, rata-rata kamar yang terjual atau terpakai sebanyak 61,05 persen,” ujar Kabid Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Gunadi Irianto di Samarinda.

Kenaikan TPK pada Oktober ketimbang September 2019 ini segaris jika dibandingkan dengan kenaikan terhadap Oktober 2018, yakni terjadi peningkatan TPK sebesar 8,90 poin.

Jika dilihat menurut klasifikasinya, ujar dia, maka pada Oktober 2019 hotel berbintang 4 di Kaltim mengalami raihan TPK tertinggi, yaitu mencapai 69,47 persen. Sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel berbintang 1 yang tercatat 20,48 persen.

Sementara hotel berbintang lainnya, yakni hotel dengan bintang 2, bintang 3, dan bintang 5 mencatat TPK masing-masing sebesar 54,71 persen, 59,31 persen, dan 64,72 persen.

TPK hotel berbintang 4 pada Oktober 2019 mengalami kenaikan 14,82 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 54,65 persen.

“Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018, maka TPK hotel berbintang di Kaltim mengalami kenaikan sebesar 13,85 poin, dari 55,62 persen naik menjadi 69,47 persen,” ujar Gunadi.

Rata-rata lama menginap tamu mancanegara pada Oktober 2019 dibanding Oktober 2018 mengalami penurunan 0,95 hari, hal ini juga terjadi pada rata-rata lama menginap tamu nusantara yang mengalami penurunan 0,12 hari.

Dari keseluruhan tamu hotel, katanya, rata-rata lama menginap di hotel berbintang pada bulan Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 0,15 hari jika dibandingkan Oktober 2018.

Jika diamati dari perkembangan rata-rata lama tamu menginap setiap bulannya pada hotel berbintang pada kurun waktu Oktober 2018-Oktober 2019, maka rata-rata lama tamu menginap paling tinggi terjadi pada bulan Januari 2019 yang sebesar 2,08 hari.

“Sedangkan pada bulan Juni 2019 merupakan periode dengan rata-rata lama tamu menginap yang paling rendah, yaitu mencapai 1,60 hari,” ucap Gunadi. (Ant)