DPRD Kaltim pertanyakan investasi Rp32 miliar PT AKU

DPRD Kaltim Ekonomi Moneter Kaltim
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi

Suara Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mempertanyakan adanya kabar soal laporan dari BPK terkait status Perusda milik Kaltim PT Agro Kaltim Utama (AKU) yang hingga kini belum menyerahkan laporan keuangan.

“Perusda  PT Agro Kaltim Utama mendapatkan investasi Rp32 miliar, namun sejak 2014 -2019  belum menyampaikan laporan keuangannya,” katanya.

Perusda milik pemerintah provinsi Kaltim itu berdiri sejak tahun 2000 dengan investasi Rp32 miliar dan kami meminta penjelasan lebih rinci diforum berikutnya,”kata Politisi Gerindra  saat Komisi II melakukan hearing dengan Biro Ekonomi Kaltim.

Reza mengungkapkan bahwa adanya Perusda yang aktif dan tidak aktif hal ini agar diberi penjelasan, apalagi dari delapan Perusda yang ada sudah ada beberapa yang berubah status.

Menurutnya Komisi II berkeinginan agar ada pembenahan, setelah itu baru target berikutnya mencari keuntungan untuk daerah. Seharusnya Perusda mandiri, tidak bergantung dengan daerah dan tentunya didukung dengan direksi yang profesional.

Dia juga menilai BUMD Kaltim selama ini cenderung bergelut dengan pengelolaan dan bisnis dibidang sumber daya alam.

“Saya harapkan kedepan bersama Biro Ekonomi bisa memetakan wilayah soal bisnisnya, jangan hanya sumber daya alam namun usaha dari sektor lain seperti pertanian dan perkebunan.

Reza mencontohkan seperti di Babulu, Penajam Paser Utara ada kerjasama dibidang peternakan sebanyak 2 ribu ekor sapi oleh PT Astra. Semestinya Perusda bisa ikut andil di dalamnya.